Posts

Showing posts with the label ekonomi

Terkait Penandatanganan Kesepakatan, Bandara APT Pranoto Akan Dikelola Angkasa Pura I

Image
Terkait Penandatanganan Kesepakatan, Bandara APT Pranoto Akan Dikelola Angkasa Pura I. Pada Kamis (25/10/2018), bersamaan dengan acara peresmian Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, dilakukan juga penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan PT Angkasa Pura I (Persero). Kesepakatan itu terkait rencana kerja sama pengoperasian bandara yang nantinya Bandara di kota tepian Sungai Mahakam akan dikelola PT Angkasa Pura I. “Dengan kapasitas runway yang cukup 2.250 meter kami pikir bandara ini bisa berfungsi lebih maksimal oleh karenanya kita akan menugaskan PT Angkasa Pura I untuk selaku pengelola nanti diikuti dengan kerjasama pengelolaan,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang turut menyaksikan acara penandatanganan kesepakatan tersebut. Dengan dikelola oleh PT Angkasa Pura I, Menhub menyebut Bandara APT Pranoto dapat dik...

Jelang Pergantian Tahun, KCJB Tunjukkan Tren Yang Semakin Positif

Image
Jelang Pergantian Tahun, KCJB Tunjukkan Tren Yang Semakin Positif. Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan tren yang semakin positif, menjelang pergantian tahun menuju 2019. Hal ini ditandai dengan telah selesainya akuisisi lahan 113 km atau 80% dari total jalur KCJB sepanjang 142,3 km yang menghubungkan empat stasiun, yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar Bandung. Selebihnya, sisa lahan sepanjang 29,3 km akan segera dibebaskan dan dioptimalkan bagi fasilitas umum dan sosial. Sejalan dengan itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) yang tergabung dalam HSRCC (High Speed Railway Contractors Consortium) atau Konsorsium Kontraktor Pembangunan KCJB juga sudah menerima mandatori pekerjaan awal konstruksi dari PT KCIC selaku pemilik proyek untuk lahan sepanjang 83,3 km dari lahan yang sudah diakusisi. Sementara itu Direktur Utama WIKA, Tumiyana mengatakan, bahwa kurang dari satu semester sejak bergulirnya drawdown (pencairan) awal dari CDB pada April lalu, percepatan p...

Imbas Sentimen Global, Rupiah Diprediksi Kembali Melemah

Image
Imbas Sentimen Global, Rupiah Diprediksi Kembali Melemah. Masih terjadinya pelemahan rupiah yang diakibatkan oleh imbas sentimen global, tampaknya juga diikuti dengan adanya sentimen negatif dari dalam negeri sehingga membuat laju rupiah sulit untuk berbalik menguat. “Diperkirakan rupiah dapat kembali mengalami pelemahan seiring minimnya sentimen positif. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah,” ujar Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (26/10/2018). Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.204-Rp15.188/USD. Sementara, pergerakan rupiah kembali mengalami pelemahan seiring imbas terdepresiasinya EUR. Dengan adanya penilaian pertumbuhan ekonomi Zona Eropa akan melambat membuat aksi lepas EUR kembali terjadi. Pergerakan USD pun kembali mengalami kenaikan dengan memanfaatkan kondisi tersebut. “Padahal di AS sedang terjadi silang pendapat antara Presiden Trump dan Gubernur The F...

Pasar Keuangan AS Dan Asia Kembali Bergejolak, Harga Emas Bervariasi

Image
Pasar Keuangan AS Dan Asia Kembali Bergejolak, Harga Emas Bervariasi. Pada pembukaan hari terakhir perdagangan pekan ini, harga emas internasional bervariasi. Pasar keuangan di Amerika Serikat dan Asia, kembali bergejolak dan membuat investor beralih ke produk  save haven.  Dilansir dari  CNBC,  Jumat 26 Oktober 2018, harga emas di pasar spot internasional dibanderol US$1.231,1 per ons. Emas bergerak datar, setelah pada Selasa lalu, tembus level tertingginya sejak 17 Juli, seharga US$1.239,6 per ons. Sementara itu, emas berjangka AS, naik 0,1 persen menjadi US$1.233 per ons. Sepekan ini, emas internasional telah naik 0,4 persen. Pada Jumat 26 Oktober 2018, bursa saham Asia terombang ambing berjuang untuk melepaskan diri dari kekalahan di pasar global di hari sebelumnya. Pelemahan pasar keuangan global sendiri, terjadi setelah melemahnya saham raksasa teknologi dunia Alphabet Inc dan Amazon.com. Hal tersebut mengindikasikan, meningkatnya kekhawatiran global...

Harga Minyak Mentah Melemah Karena Arab Saudi Dan Amerika Serikat

Image
Harga Minyak Mentah Melemah Karena Arab Saudi Dan Amerika Serikat. Pada perdagangan Jumat (26/10/2018), harga minyak mentah melemah menuju kerugian selama tiga pekan setelah Gubernur OPEC Arab Saudi Adeeb al-Aama mengatakan, pasar minyak sekarang menuju kepada kelebihan pasokan. Pasokan berlebih ini setelah Arab Saudi dan Amerika Serikat meningkatkan produksi demi mengantisipasi perlambatan pertumbuhan global. Mengutip dari  Reuters , harga minyak mentah Brent International turun 45 sen atau 0,6% menjadi USD76,44 per barel pada pukul 01:40 GMT. Sepekan ini, Brent telah merugi sekitar 4,2%. Harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) melemah 56 sen atau 0,8% ke level USD66,77 per barel. WTI telah melemah 3,4% pada pekan ini. Gubernur OPEC Arab Saudi mengatakan pada Kamis kemarin bahwa pasar minyak akan kelebihan pasokan pada kuartal IV-2018. “Pasar pada kuartal keempat menuju situasi kelebihan pasokan sebagaimana dibuktikan oleh meningkatnya persediaan selama bebe...